Perkenalkan, Museum Soeharto !

          Pagi menjelang siang, saya bersama rombongan peserta Apresiasi Historiografi Indonesia menuju ke daerah selatan Yogyakarta. Dengan 3 bus pariwisata ukuran sedang, kami antusias menuju destinasi sejarah wisata “baru” yaitu MUSEUM SOEHARTO.

            Rasa-rasanya penyebutan tempat ini sebagai museum hanyalah untuk maksud mempermudah pengertian masyakat. Karena sesungguhnya tidak ada judul/merek yang menerangkan kata “museum”. Hanya saja di tempat ini ber-isi-kan segala memori tentang beliau sehingga sebenarnya tempat ini diberikan nama: Memorial Jenderal Soeharto.

(more…)

Advertisements

SUN #1 MAGELANG

Kamis, 20 Februari 2014

Kami sudah sangat menantikan hari bersejarah ini; hari dimana kami telah menunggu selama 2 tahun untuk dapat mewujudkannya. Hari dimana akan menjadi parameter tentang kelangsungan hidup kami.

            Hari itu sekitar pukul 5 sore saya sudah sampai di veneu keren, sebuah ballroom hotel megah di kota Magelang. Beberapa teman sudah banyak berdatangan; terlihat juga grup musik yang turut memeriahkan acara sedang bernyanyi bersama teman-teman sekaligus check sound.

(more…)

Bengkulu dan Pantai Panjang

Saya baru saja pulang dari Bengkulu; kota Bengkulu tepatnya. Agenda utama saya ke Bengkulu adalah dalam rangka pernikahan kakak laki-laki saya (Mas Bitho). Akad nikah dan resepsi dilaksanakan 4 dan 5 Januari 2014, tapi saya sudah berada disana sejak tanggal 22 Desember 2013.

Beberapa waktu sebelum keberangkatan saya sempat mencari referensi destinasi wisata di Bengkulu. Dan subhanallah, ternyata banyak sekali destinasi wisata disana. Terutamanya adalah wisata alam; dan wisata sejarah. Yang terakhir ini adalah bagian yang paling saya suka.

=== Sekilas tentang Bengkulu ===

Peta_BengkuluPropinsi Bengkulu secara geografis terletak di Pantai Barat Pulau Sumatra, membujur sejajar pegunungan Bukit Barisan dan menempati wilayah seluas 19.789 km persegi. Berbatasan dengan Sumatra Barat (utara), Lampung (selatan), Sumatra Selatan dan Jambi (timur) dan Samudra Hindia (barat).

Bengkulu menjadi Propinsi ke 26 dari NKRI pada tanggal 16 November 1968 melalui UU No 9 tahun 1967 jo PP No 20 tahun 1968. Sebelumnya Bengkulu merupakan salah satu Karesidenan yang ada di Sumatra bagian Selatan. Pada awalnya berdirinya Propinsi Bengkulu terdiri dari satu Kotamadia dan tiga Kabupaten. Pada era otonomi daerah saat ini Propinsi Bengkulu memiliki sembilan Kabupaten dan satu Kota.

Topografi propinsi Bengkulu terdiri atas dataran tinggi dan dataran rendah. Punya banyak fenomena alam unik dan menarik mulai dari kawah vulkanik, air panas alam, air terjun, telaga, danau hingga perkebunan teh.  Tidak lupa bagian barat daerah ini dipenuh vegetasi cemara laut di sepanjang pantai berpasir putih dengan garis pantai lebih dari 525 km.

Belum lagi flora fauna langka di Bengkuu yang diselimuti hutan hujan tropis; ada bunga Anggrek, bunga Kibut (tinggi mencapai antara 1-1,5m), bunga Rafflesia (bunga terbesar di dunia dengan diameter sampai mencapai 1,5m) tidak ketinggalan harimau sumatera, badak sumatera, beruang madu, gajah sumatra yang telah berhasi ditangkar dan menjadi salah satu atraksi wisata dalam Pusat Latihan Gajah di Seblat.

Ibukota Propinsi Bengkulu adalah kota Pantai Tua yang punya peninggalan sejarah Inggris; antara lain Benteng Marlborough, Monumen Thomas Parr, Tugu Hamilton, Kuburan Inggris. Serta peninggalan yang punya arti penting dalan rangkaian sejarh perjuangan bangsa yaitu tempat pengasingan Presiden Soekarno, makam Sentot Alibasyah

—– (more…)